Bersamamu Aku Bisa (Bali, 0612-0313)

Video

“Bersamamu Aku Bisa” is a short reflective video with my friends in undergoing a process of self-preparedness and transformation to face a new experience. This short video illustrates how this friendship is built up and wrapped in a joy and sorrow togetherness to achieve our mutual expectations.
“Bersamamu AKU Bisa” adalah video reflektif pendek dengan teman-teman saya dalam menjalani proses kesiapsiagaan dan transformasi diri untuk menghadapi pengalaman baru. Video singkat ini menggambarkan bagaimana persahabatan ini dibangun dan dibungkus dalam suka dan duka kebersamaan untuk mencapai harapan bersama.

Reflection (2)

Video

Just for Fun:
Learning does not mean “has to be fully studying”.
Having fun with mates might be the way out to kick the stress out.
The video below was taken in Bali (2012) at BBQ event. What a really solid teamwork (salute to 9mbers)
Belajar tidak berarti “harus sepenuhnya belajar”.
Bersenang-senang dengan teman-teman mungkin adalah jalan keluar untuk menghilangkan stres.
Video di bawah ini diambil di Bali (2012) pada acara BBQ. Sungguh sebuah team yang benar-benar solid (salut untuk 9mbers)

Let them say, “Thank you papa.”

Standard

In the early morning, when the dew is still up in the edge of the grass i find myself far away in the time where my little kid will say to me,”Terima kasih Papa.”
DSC00118
The life creates what we have, what we learn, and what we see.
When we have a thing, we believe that we still have a hope to live. When we learn a thing we know that we still have a mission to continue life. When we see a thing then we can easily believe that it is really reality of life. then we decide to say to ourselves that if there is no more effort to make all these like what it should be, so… how it could be; ………….

DSC00034

Long time ago, when the long boat passing toward the north of the Borneo island, crossing into the river of Segah and Kelay, reaching the densely forest, no body realized that the beauty of the nature will be end today. At the moment, the flock of bird will not extinct like this day. Every body looks like enchanted by the canopy of the trees. So no body aware about the malignancy of the life, a greedy life. A reality of life force to be faced and made many people become opportunists.

DSC00027
Then, it looks like a nightmare when we wake up in the early morning found that there is no more water; clean water to drink, clear water to bath, clod water to wash this face.

shall we get angry for the situation? should we curse for the action?

Before the time is out of our hands, before the fantasy is not the reality, before the chance is gone away, let us hands to hands to conserve this nature, to safe this life, not only for the life today but also for the generation in the future, because we hope, when they wake up in the early morning, we still be able to see in their smile faces of what they have from this earth; a fragrance of jasmine and fresh air comes over to the window blowing their smiling face while saying “thanks.”DSC00059
Do you want they say that to you?
“spread out the seeds today and harvest the fruits tomorrow”
This is what i am doing now to see my Berau is still sweet for my son tomorrow, “Learning in Community.”

*3/10 DSC00103

 

http://www.integratedconservation.org/profiles/blogs/let-them-sayterima-kasih-papa#comments

My Story

Standard

Dear Friends…..!
Berikut ini curahan hati saya sebagai ucapan terima kasih atas motivasi dan bantuan yang telah diberikan, sehingga jalan untuk meraih impian terbuka lebar didepan mata seperti yang telah saya ikrarkan ketika saya bergabung bersama Pioneer beberapa tahun silam.
Kawan, sekedar mengingatkan, ketika anda berkunjung ke Makassar, atau anda memang saat ini sudah berada di Makassar, dan anda ingin meningkatkan pengetahuan berbahasa Inggris anda, tak ada salahnya kalau anda mengunjungi Benteng Rotterdam (Fort Rotterdam), salah satu tempat tujuan wisata yang banyak menyimpan artifak bersejarah dengan arsitektur bangunan gaya Eropa yang berlokasi di jln. Penghibur Makassar. Ditempat ini, selain anda bisa belajar sejarah, andapun bisa mempraktekkan bahasa Inggris anda dengan bergabung bersama Pioneer English Meeting Conversation Club (PEMCC), salah satu kelompok diskusi bahasa Inggris (English Meeting) yang terdapat di tempat ini.
PEMCC (saya menyebutnya; Pioneer) adalah sebuah lembaga non profit yang bertujuan untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada generasi muda dibidang bahasa, meningkatkan pengetahuan sejarah dan menumbuhkan kepekaaan social terhadap lingkungan sekitar dengan memfocuskan diri pada motivasi dan kepercayaan diri, organisasi dan kekeluargaan.
Salah satu hal yang paling membanggakan saya ketika bergabung bersama kelompok ini adalah metode belajar dan kekeluargaannya. Mungkin dengan dasar inilah saya betah bertahan disana selama 3 periode kepengurusan (3 tahun). Saya masih ingat, ketika pertama kali bergabung dengan kelompok ini, saya baru belajar mendalami bahasa Inggris. Bahasa inggris menjadi sangat penting bagi saya mengingat hampir 90 persen materi perkuliahan saya menggunakan literature berbahasa Inggris. Akhirnya saya memutuskan untuk belajar ketimbang menyewa orang untuk menterjemahkan literature tersebut karena biayanya sangat mahal. Pioneer merupakan pilihan saya karena tempat ini terbuka bagi siapa saja dengan latar belakang yang berbeda. Method belajar yang digunakanpun sangat berbeda dengan tempat pendidikan bahasa inggris pada umumnya dengan biaya yang sangat minim (bahkan gratis). Pioneer lebih mengedepankan praktek dari pada teori, selain itu tempatnya pun sangat nyaman karena berada di ruang terbuka dengan peserta yang beragam.

Meski para peserta berasal dari level, tingkatan dan latar belakang pendidikan yang berbeda tapi semua diperlakukan sama. Seniors wajib membimbing Juniors, dan Juniors berhak untuk belajar dan bertanya kepada Seniors. Setiap peserta akan dilibatkan pada semua bentuk aktivitas mulai dari Opening Speech, Introduction, Game, Discussion, Grammar correction/Vocabulary Building, announcement sampai Closing Speech. Masing-masing peserta mendapat giliran untuk berbicara termasuk bila anda adalah seorang pendatang baru (a new comer) pasti tak luput dari sesi perkenalan diri (introduction), yakni tampil didepan forum sambil memperkenalkan diri yang rata-rata dihadiri oleh 50-75 orang peserta per pertemuan pada setiap hari minggu dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang. Bagi yang tak terbiasa berbicara didepan public, ini akan menjadi moment yang tak terlupakan karena selain perkenalan diri, juga wajib menjawab minimal tiga pertanyaan dari peserta lainnya. Terbayang bukan? Namun karena metode inilah, saya menjadi terbiasa untuk berbicara dan tampil didepan umum yang sangat membantu saya dalam bekerja saat ini.
Selain itu, Pioneer juga memberikan pelatihan singkat bagi para peserta yang belum terbiasa atau baru (mulai) belajar bahasa Inggris dengan menggunakan metode belajar aplikatif sehingga peserta terbiasa tampil dan berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris. Tak perlu ragu soal biayanya karena selain murah, juga sangat terjangkau dan menyenangkan, (waktu itu saya hanya membayar Rp. 10.000 untuk program belajar selama 3 bulan). Tentunya harga ini sangat sesuai bagi saya yang kala itu masih berstatus mahasiswa semester 6 pada Universitas 45 Makassar, Jurusan Teknik Kimia. Soal methode pembelajaran, Dewan Senior telah mempercayakan pengajaran ini pada Bapak Abdul Madjid (60), seorang senior yang telah mengabdikan hampir separuh hidupnya untuk meningkatkan minat dan mutu pendidikan bahasa Inggris di Makassar.
Semenjak saya bergabung dengan Pioneer pada akhir tahun 2001 saya dapat merasakan peningkatan bahasa inggris saya yang signifikan. Jika awalnya saya hanya bisa menyebutkan nama, alamat dan hobby saya dalam bahasa Inggris, serta beberapa istilah singkat lainnya, pada akhirnya, saya mampu berkomunikasi dan berdiskusi dengan para peserta lainnya. Setelah bergabung selama satu tahun di organisasi ini, saya mendapat amanah untuk masuk kedalam struktur kepengurusan dan pada periode berikutnya (2003-2004) saya diberi mandat untuk memimpin organisasi tersebut. Rasa kekeluargaan yang tercipta dari organisasi ini telah membuka jalan bagi saya untuk mencintai dan terus mengembangkan bahasa inggris saya. Bersama dengan pengurus lainnya kami membuka link dengan Kangguru Connection Club (KGCC), sebuah organisasi nirlaba dibawah bantuan Pemerintah Australia, yang menghubungkan kami dengan jaringan English Meeting di seluruh Nusantara, bahkan diluar negeri. Melalui kerjasama ini, kami banyak mendapat kunjungan, pelatihan dan bantuan materi pelajaran berupa kaset dan majalah berbahasa inggris. Hal ini makin memotivasi kami untuk terus membenah diri dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan menggantungkan cita-cita setinggi langit bahwa apa yang kami lakukan saat ini akan berdampak positif bagi kami semua dimasa yang akan datang. Mimpi itupun terbukti. Kini, banyak alumni Pioneer yang telah dan atau akan mengenyam pendidikan di Luar Negeri, bekerja pada Institusi Nasional dan internasional yang tersebar diseluruh penjuru Nusantara bahkan seorang diantaranya saat ini bekerja di Kedutaan Indonesia di Luar Negeri. Sebuah prestasi yang luar biasa dari sebuah organisasi lokal bernama Pioneer English Meeting Conversation Club.
Pada akhir tahun 2004, masa kepengurusan saya bersama Pioneer selesai, saya lalu pindah ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur untuk mengaplikasikan ilmu saya. Sebagai pendatang baru, kemampuan bahasa Inggris dan pengetahuan dibidang organisasi yang saya miliki telah banyak membantu saya untuk bertahan hidup diawal saya tiba Berau. Saya lalu mengajar private bahasa Inggris dan Kimia, membuka sebuah lembaga komunitas belajar bahasa Inggris dan mendorong terbentuknya English Meeting dibeberapa institusi lokal. Setahun berikutnya, saya menjadi penyiar Radio di stasiun radio pemerintah di Berau, RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah) dengan program diskusi dan interaktif dua bahasa; Indonesia dan Inggris, dan program radio Kangguru Indonesia. Melalui kegiatan ini, saya telah terhubung dengan banyak teman; aparat pemerintah, swasta, jurnalists, LSM, guru, dosen, karyawan , mahasiswa, pelajar dan masyarakat. Hal ini telah membuka jalan bagi saya untuk berbagi pengetahuan dan berinteraksi dengan mayarakat secara luas, disamping menjalani tugas sebagai salah satu abdi masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah di Berau pada bagian perencanaan.
Saya sadari bahwa keterlibatan saya dengan Pioneer diawal saya belajar bahasa Inggris telah membuka peluang bagi saya untuk melangkah lebih jauh. Saya akui bahwa konstribusi Pioneer dan juga Kanggguru Indonesia terhadap karier dan pengalaman saya lebih daripada apa yang telah saya angankan sebelumnya. Apalagi, kini, kesempatan untuk belajar di Luar Negeri  terbuka lebar didepan mata. Pada tahun 2013 mendatang, mimpi saya untuk melanjutkan kuliah di Negeri Kangguru akan segera terwujud. Saat ini, saya sedang mengikuti Pre-Departure Training dan English Academic Preparation (EAP) di Indonesian-Australian Language Foundation (IALF) Bali melalui program Beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) tahun 2012. Melalui program Beasiswa ini saya akan mengambil jurusan Master of Environment Advanced with Honours (Water Resources) pada Griffith University, Brisbane, Australia, (semoga semuanya berjalan dengan baik), dimana ilmu ini sangat relevan dengan kebutuhan kabupaten Berau dimana saya bekerja saat ini.
Untuk semua hal yang telah saya dapatkan selama ini, saya secara pribadi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar PEMCC, Dewan Senior (Committee), Makes, Kangguru Indonesia, Pemerintah Kab. Berau, Radio RSPD Berau, RSUD Abd. Rivai, Yakobi, NU-Yakobi Learning Center, English Learning Community,  AusAid/ADS, TNC, PokJa REDD, para sahabat, kawan, kerabat dan keluarga saya yang selama ini telah banyak membantu pencapaian semua ini. Terima kasih  buat Uncle (Tedy and Fakhri) atas motivasi dan dukungannya, juga kepada Ticer (Rosmiaty “Saleha”) atas penerimaannya yang hangat ketika pertama kali saya bergabung dengan Pioneer, atas pemberian nama “Toldo” sebagai panggilan akrab teman di Pioneer hingga kini, dan motivasinya ketika saya mengalami masa-masa sulit untuk belajar bahasa Inggris dan trik “cara mengajar” yang ternyata sangat bermampaat ketika saya berada di rantau orang. Saya selalu ingat kata-kata ini, saat saya mendapat tantangan untuk mengajar pertama kalinya. “Toldo, mungkin pengalaman mengajar itu tak penting bagi kamu saat ini, tapi setidaknya kamu bisa jadikan ini sebagai pegangan, siapa tau dikemudian hari kamu membutuhkannya. Tak ada salahnya mencoba.”
Terima kasih atas segala bantuannya, ternyata tak ada ilmu dan pengalaman yang sia-sia, semuanya berarti dan bermakna.

Semoga Allah SWT selalu memberikan saya kesehatan yang baik, kemudahan dan kemuliaan sehingga bisa terus berkarya dan berguna bagi nusa, bangsa dan negara Republik Indonesia.

Terima kasih,
Denpasar, Bali, Minggu, 28 Oktober 2012 (10.30 pm)
Tertanda
Asri Toldo