Desember Kelabu

Standard

“Desember Kelabu” begitulah kira-kira salah satu judul lagu yang pernah poluler di Indonesia beberapa tahun silam. Walau dulu tak terlalu memperhatikan makna dasar yang terkadung dalam lirik lagunya dan tak tahu pasti apa makna dari lagu tersebut, namun judul lagu ini sepertinya sesuai dengan apa yang telah kami alami saat.

Kelabu itu menghampiri keluargaku. Tak dapat dihindari, duka cita menyambut minggu terakhir pergantian tahun 2011.

Tak dapat disangka tapi itulah takdir yang Maha Kuasa. Tak ada yang bisa merobah apa yang telah digariskan-Nya, hanya kepasrahan dan kesabaran atas segala kehendak-Nya sebagai tanda keimanan kepada-Nya. Inna lillahi wainna Ilaihi Rojiun, adalah kata yang tepat untuk selalu berserah diri pada-Nya. Dia telah pergi dalam sebuah tidur panjang yang dibalut dengan senyuman pada 29 Desember, saat yang lainnya siap-siap beraktivitas di pagi hari. Lelehan air mata keluarga dan handai taulan hadir sebagai tanda segalanya telah berakhir baginya di dunia fana ini. Persentuhannya dangan peradaban manusia telah usai seiring dengan liat-liat kemerahan menghubungkannya dengan istana keabadiaanya di alam baka.

Satu persatu sanak keluarga hadir, mengirimkan doa. Doa yang selalu mengingatkan kita akan suatu arti kehidupan. Doa yang hadir untuk membuka pintu Maaf dan Ridho atas segala yang telah dijalaninya di dunia ini selama 41 tahun. Doa yang juga dipanjatkan keluarga saat pertama kali dirinya menjejakkan kaki di muka bumi ini. ketika mulai menjalani hidup saat dirinya dipersatukan dalam ikatan suci perkawinan sebagai restu untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Kini, saat insan itu di pisahkan, kembali doa itu hadir sebagai jalan untuk membuka tirai kehidupan yang abadi di sisi-Nya.

Kehadirannya telah membuka keceriaan buat keluarga kami, ia telah pergi untuk selama-lamanya. Suka dan duka itu pasti ada, karena ia telah berjaya menjalani hidup didunia fana ini dengan segala amalannya. Ia telah menjalani amanah yang telah diberikan padanya. Kini amanah itu dikembalikan kepada keluarga yang ditinggalkannya. Ia meninggalkan seorang istri yang baik hati dengan kesabaran yang luar biasa dengan lima orang buah hati yang masih butuh pengasuhan dan bimbingan. Namun, sekali lagi, itulah cara yang baik menjalani hidup. Tak ada yang abadi di dunia ini, karena segala yang bernyawa pasti akan mengalami hal ini. Kematian tak dapat dihindari karena itu adalah salah satu cara untuk bisa menikmati segala usaha yang telah dilakukan diatas dunia fana ini.

Semoga dia diberi ketenangan di alam sana, segala amalannya diterima di sisi-Nya. keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan, kesabaran dan dapat mengambil hikmah dari pelajaran besar yang telah ditunjukkan oleh Allah SWT.
kepada keluarga yang telah hadir memberikan doa belawsungkawa,restu, maaf dan keikhlasannya, semoga Allah SWT memberikan balasan kebaikan kepada kita semuanya. amin.

Selamat Jalan Kakakku Syair. Semoga Kebaikanmu selama ini membuat tidurmu indah disisi-Nya. Amin.
Thanks God for the Great Life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s